Sisters Red

14 Mar 2011

07

Sisters Red adalah sebuah novel yang terinspirasi dari kisah klasik Si Kerudung Merah, namun lebih modern dan lebih dari sekadar kisah klasik tentunya. Desain covernya pasti mampu membuat siapa saja menoleh untuk mengambilnya dari rak. Desainnya begitu cerah, dan setelah saya menamatkannya,maka desain ini benar2 mewakili isi dari buku itu sendiri.

Novel ini menceritakan tentang dua bersaudara keluarga March, saudari lain ayah satu ibu yang diasuh oleh neneknya. Scarlett March, dan Rosie March menjalani kehidupan mereka sebagai pemburu Fenris (mahkluk serigala jadi-jadian yang memakan gadis muda agar dapat bertahan hidup). Scarlett kehilangan satu matanya dan takdirnya sebagai gadis normal ketika seekor Fenris membunuh neneknya dengan sadis. Pertama kali ia membunuh Fenris adalah dalam penyerangan itu, demi melindungi sang adik, ketika ia berusia 11 tahun. Sejak itu,ia meyakini bahwa panggilannya adalah untuk menghabisi monster2 itu dan menghindarkan gadis lain dari takdir yang sama. Ini membuatnya begitu terobsesi pada membunuh Fenris, memburu mereka. Rosie March, berusia 9 tahun ketika kakaknya melindunginya dari Fenris yang membunuh nenek mereka. Sejak saat itu, rasa hutang budinya membuatnya mengabdikan hidupnya membantu misi kakaknya meski terkadang ia ingin memikirkan hal lain selain berburu Fenris. Ia tak bisa menghindari takdirnya ketika ia bertemu lagi dengan Silas Reynolds, seorang pandai kayu yang juga teman masa kecilnya dan partner Scarlett dalam berburu Fenris. Kemunculan Fenris di kota kecil mereka, khususnya di daerah rumah mereka terasa amat mencurigakan bagi Scarlett dan Rosie. Para Fenris itu berniat mencari anggota baru (dalam arti menciptakan Fenris baru), dan untuk menghabisi kawanan berbahaya itu, bersama dengan Silas, mereka pindah ke Atlanta dan menyewa satu apartemen murah. Dimulailah perjalanan mereka mencari dan menghabisi Fenris2 yang lebih ganas, lebih kuat, dan lebih banyak jumlahnya di Atlanta.

Sayangnya, ada kesalahan kecil namun fatal yang dibuat oleh penulisnya (atau penerbit?) yaitu di halaman 36, dikatakan usia Silas lebih tua satu tahun dari Scarlett, namun di halamn 310 Silas dikatakan lebih tua 3 tahun. Karena saya sudah terlanjur asyik dengan alurnya, maka saya terpaksa meliarkan imajinasi saya sedikit lebih jauh karena telah menyadari ketidak cocokan ini. Kepuasan saya pada penulis sedikit berkurang karena menurut saya para Fenris ini terlalu berambisi mengejar Calon Fenris berikutnya meski harus mengorbankan beberapa anggota lamanya. Aneh, padahal tidak ada kekuatan khusus pada Calon Fenris baru yang mereka kejar, kalaupun ada, itu tidak dituliskan. Begitu pula tidak dituliskan, apakah para Fenris ini mengejar dan menyerang Scarlett dan Rosie habis-habisan dikarenakan sudah terlanjur dendam, ataukah hanya demi mendapatkan Fenris yang baru. Selain itu, dibandingkan buku2 terbitan Atria lainnya, menurut saya buku ini lebih dewasa dan lebih gelap.

Meski begitu, cara penulis membawakan ceritanya sangat bagus untuk ukuran penulis muda (kelahiran 1984). Buku ini sangat cocok dibaca penggemar thriller, sepanjang buku ini suasana membaca saya menjadi begitu mencekam dan menegangkan, dan sadis. Adegan demi adegan dituliskan dengan begitu mendetail dengan menggunakan sudut pandang Scarlett dan Rosie bergantian membuatnya terasa begitu hidup. Alurnya mengalir dengan kecepatan yang sedang, namun setelah pemimpin Fenris menampakkan wujudnya, kecepatan alur cerita sedikit meningkat. Endingnya ditutup dengan cukup memuaskan, serasa seperti nonton film. Bagian yang paling saya sukai adalah bagaimana Rosie meloloskan diri dari stasiun bawah tanah. Cukup sayang bila dilewatkan penggemar thriller dan dark fantasy.

Judul Buku: Sisters Red (Dua Saudari Bertudung Merah)

Penulis: Jackson Pearce

Penerbit: Atria / Februari 2011

Tebal: 434 hlmn

My rating: 4 of 5 stars


TAGS serambi ilmu atria


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post