The Power of Six

27 Jan 2012

301657_2482552059793_1132337901_2893431_1696368286_nMeski pada awalnya saya tak tertarik membaca novel action tentang seorang alien bernama Empat, namun setelah membaca buku I am Number Four, saya jadi kepincut dengan serial Lorien Legacies karya Pittacus Lore ini. Lima bintang saya ganjarkan untuk I am Number Four, dan sejak itu rasanya lama sekali sampai buku kedua seri Lorien Legacies ini terbit. The Power of Six sudah ditunggu-tunggu banyak pembaca Indonesia sejak awal tahun 2011.

Setelah membaca I am Number Four yang penuh aksi dari awal sampai akhir, plus menceritakan tentang si nomor empat John Smith, saya mengira The Power of Six akan bercerita lebih banyak tentang nomor enam. Ternyata dugaan saya keliru. The Power of Six dimulai dengan dikenalkannya Garda Loric nomor tujuh, Marina, yang terkurung di sebuah biara di Spanyol. Cepan Marina, Katarina, kini menjadi seorang suster di biara itu. Lebih mengerikan untuk pembaca team loric, Katarina menolak menghadapi kenyataan bahwa ia harus mempersiapkan Marina berjuang memulihkan Lorien. Ia menganggap kehidupannya sebelum tiba di bumi adalah sebuah dongeng, menyembunyikan peti loric, dan menolak mendengarkan Marina.

Sementara Marina memperjuangkan petinya dari Katarina, dan berniat untuk minggat dari biara terpencil itu dengan atau tanpa Katarina, pembaca akan diajak menjalani pelarian bernama John Smith dkk. Kali ini tak hanya Mogadorian yang mengejar tiga remaja ini, tetapi juga polisi dan FBI karena John dianggap teroris internasional akibat kerusakan yang ditimbulkannya di sekolah lamanya, plus ditemukannya berbagai piranti pemalsu dokumen di rumahnya. Dalam pelarian John Smith, nomor enam menjadi pelatihnya dan Sam. Di tengah hari-hari pelarian yang terus berkejaran dengan Mogadorian dan polisi, John kehilangan petinya, dan ia harus ke sarang Mogadorian untuk mendapatkan kembali petinya, apapun resikonya. Percik-percik cinta segitiga juga sepertinya mulai timbul diantara mereka bertiga, tapi kan, John Smith sebagai Loric hanya bisa satu kali jatuh cinta, dan ia mencintai Sarah?

Berbeda dengan buku pertamanya yang dari awal hingga akhir penuh ketegangan dan beralur cepat sampai-sampai sulit diletakkan, buku kedua ini beralur lebih lambat karena perpindahan cerita di tiap bab nya bergantian dari sudut pandang Marina dan John Smith. Pittacus Lore tak berhasil memerangkap saya sepenuhnya ke dalam buku karena beberapa bagian buat saya tidak perlu. Buku ini baru benar-benar memerangkap saya di halaman 200an, karena mulai banyak aksinya, dan adrenalin pun mulai terpompa. Sayangnya, karena keseruan (untuk saya) baru dimulai di halaman 200-an, rasanya jadi terlalu cepat berakhir juga. Pertempurannya kurang lama dan kurang banyak. Saya juga sukses dibuat mengerutkan kening karena karakter Sarah yang tiba-tiba ababil, bikin pengen lemparin terasi. Yang juga tidak memuaskan juga karena meski peranan Enam vital di buku ini, porsi untuknya terasa terlalu sedikit, padahal namanya dijadikan judul. Porsinya masih dibawah Marina dan John, dan yang paling penting, pembaca tidak diajak menyelami pikiran nomor enam (cuma sedikit, itupun di booklet terlampir).

Melengkapi semua itu, cover dari Mizan Fantasi yang tidak senada dengan buku pertamanya membuat nilai buku ini berkurang. Bukannya saya tidak menghargai kerja keras di balik pembuatan cover buku, namun jujur saja, jika sebelumnya saya tak mengetahui seri Lorien Legacies, dijamin saya tak akan melirik display buku ini di toko. Sebagai seri kesayangan saya, tidak rela rasanya buku yang dinanti penuh harap diberi cover yang kurang menarik pengunjung toko untuk meraihnya (pengennya banyak yang baca juga). Pose cewek di tengahnya aneh, dan kurang menggambarkan isi buku ini (kecuali bagian apinya). Selain itu juga tidak dibuat hologram seperti buku pertama, dan bahan covernya tipis. Tulisan di bagian atas juga Sekuel Bestseller I Am Number Four bukannya Buku Kedua Seri Lorien Legacies menimbulkan kesan (maaf) mizan mendomplengkan buku ini pada kesuksesan I Am Number Four, alih-alih menjual seri Lorien Legacies.

Tapi di buku ini makin banyak Garda Loric dipertemukan (meski Garda termuda kok pusakanya yang ajaib itu sudah keluar di usia itu ya?), makin banyak tokoh-tokoh yang membuat saya penasaran ingin mengenal mereka lebih dalam. Menimbang premis cerita yang segar, serunya aksi dalam seri ini serta sensasi adrenalin mengikuti petualangan John Smith, saya masih tak sabar menunggu kejutan Pittacus Lore di buku berikutnya dan masih merekomendasikan seri Lorien Legacies kepada pembaca. :)

Ps. Ada bonus booklet The Lost Files Sixs Legacy yang terjilid jadi satu dengan desain cover yang menawan di dalam buku ini. Booklet ini menceritakan kisah nomor enam sejak ia tiba di bumi hingga menemukan John Smith.

Pps. Jika pembaca postingan ini sudah menonton film I Am Number Four tapi belum membaca bukunya, saya rekomendasikan membaca bukunya saja, karena filmnya mengecewakan. :)

Judul: The Power of Six

Penulis: Pittacus Lore

Penerjemah: Nur Aini / Penerjemah Booklet: Esti A. Budihabsari

Penerbit: Mizan / cet. I: November 2011

Tebal: 427 + 102 hlm.

My rating: 3,5 of 5 Stars.


TAGS mizan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post