Sweetly

12 Mar 2012

25d11c4dac4157990705db6a08fab4a4_sweetlyDari karya seorang penulis perempuan kelahiran 1984 pernah hadir sebuah novel dark-fantasy berjudul Sisters Red dengan cover yang memukau dan cerita yang menegangkan.Bila pada Sisters Red, Jackson Pearce mengangkat cerita dari Si Kerudung Merah yang dimodifikasi menjadi lebih modern, di buku keduanya, giliran cerita Hansel dan Gretel. Penghubung kedua buku ini (dari segi cerita) hanya keluarga Reynolds dan Fenris. Meski Sweetly bisa dikatakan sebagai sekuel, namun ia bisa juga berdiri sebagai satu cerita lepas.

Sewaktu masih kecil, Ansel dan Gretchen mencari penyihir di dalam hutan. Mereka tidak sendirian, ada saudari kembar Gretchen yang juga ikut. Di hutan, mereka bertemu makhluk menyeramkan bermata kuning, dan mereka lari terpencar. Dan kehilangan saudari kembar Gretchen dalam peristiwa itu. Duka menyelimuti keluarga mereka, membawa pergi ibu mereka. Dan akhirnya, setelah Gretchen berusia 18 tahun, ibu tiri mereka mendepak mereka dari properti ayah mereka. Berdua mereka mengemudi hingga ke Live Oak. Kemudian mereka tinggal bersama Sophia, pemilik sebuah toko cokelat di dalam hutan. Sophia yang dianggap penyihir oleh warga Live Oak, namun juga dianggap sebagai santa pelindung permen. Sophia yang festival cokelat tahunannya selalu mendatangkan turis bagi Live Oak, sekaligus membawa pergi gadis-gadis muda Live Oak. Sophia yang menyenangkan, tetapi juga tampak menyembunyikan kedukaannya. Sophia yang akhirnya menjadi kekasih Ansel. Tetapi juga Sophia yang oleh Samuel Reynolds disebut sebagai penyihir pada Gretchen.

Dibandingkan buku pertama, harus diakui bahwa cerita dalam buku kedua ini kurang seru meski gaya penceritaan Jackson Pearce masih memikat seperti dulu. Saya katakan kurang seru karena saya sudah bisa menebak ide ceritanya, meski tetap penasaran bagaimana penulis akan menggulirkan penyelesaiannya. Selain itu, jika dalam Sisters Red banyak adegan perkelahian yang seru, meski sadis karena senjatanya adalah kapak, dalam buku ini adegan perkelahian kurang banyak dan kurang memompa adrenalin. Kurang banyak kejutan sebagaimana di buku pertama. Tapi, saya sudah terlanjur kepincut dengan cerita Fenris karya Jackson Pearce, sih. Ditambah, uh oh.. Sophia adalah pemilik TOKO COKELAT gitu.. :)))

Edisi Atria sendiri covernya masih setia dengan cover aslinya, covernya sangat unik yang menurut saya selalu menambah nilai buku-buku Fairy tale inspired series Jackson Pearce ini. :D Mengenai tata bahasa, saya masih cukup sering menemukan kalimat yang menurut saya masih perlu disunting agar ketika dibaca bisa lebih mengalir sebagaimana buku pertama. Mungkin hanya masalah selera gaya bahasa saja sih. ;)

Karena saya kurang mendengar tentang buku kelanjutan Sweetly, maka saya membuka Wikipedia, dan akhirnya mendapat kepastian bahwa buku ketiga Fairy tale inspired series akan dirilis bulan Agustus 2012, judulnya Fathomless, dan mengangkat cerita The Little Mermaid. Uh, mulai ada hint nya sih di buku kedua ini, dan sepertinya sungguh misterius. Gak banyak kan buku yang mengangkat versi modern Little Mermaid, apalagi dipadukan dengan Fenris. Cant hardly waittttt for the next book.. :D

Judul : Sweetly

Penulis: Jackson Pearce

Penerjemah: Melody Violine

Penerbit: Atria / cet.1 : November 2011

Tebal: 401 hlm

My rating: 3 of 5 stars


TAGS atria


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post