A Single Shard

23 Apr 2012

e0b69a6595793af93203dc633978d55e_a-single-shard_for-web Indonesia memang sedang dilanda Korean Wave. Mulai dari musik, drama, fashion, gadget, hingga sekarang ini: Buku. Meski saya tak terlalu suka dengan K-Pop, tapi saya kena Korean wave juga akhirnya karena keseringan nonton film dan drama seri Korea. Tapi Korean Wave ala saya yaitu jadi pengen tau budaya dan bahasa korea sih, bukan demam K-Pop :) Fortunately, saya dapat kesempatan baca A Single Shard dari penerbit Atria. Yup, A Single Shard adalah cerita fiksi berlatar Korea di pertengahan hingga akhir abad ke-12 masehi.

Adalah Tree-ear, seorang anak gelandangan yang hidup bersama Crane-man di bawah kolong jembatan di desa Chulpo, salah satu desa produsen keramik seladon Korea. Crane-man bukanlah orang tua Tree-ear, tapi ialah yang mengasuh Tree-ear sejak anak itu kehilangan orang tuanya. Crane-man juga bukan orang yang secara fisik sempurna, karena kakinya bengkok. Karena itulah, berdua mereka melewati hari-hari dengan berburu makanan dari hutan, sungai, atauu sisa-sisa sampah di rumah orang-orang. Di sela kesibukannya mencari makanan, ada waktu-waktu di mana Tree-ear terbius menyaksikan (secara diam-diam) Min membuat kerajinan keramik. Sampai suatu ketika, karena kesalahannya, Tree-ear berakhir dengan bekerja pada Min. Tree-ear berharap, suatu ketika Min akan mengajarkannya membuat keramik-keramik indah itu, tapi hari demi hari dilewatinya dengan berbagai tugas berat yang baginya sama sekali tak sesuai harapannya. Sampai satu kepingan pecahan keramik Min mengubah hidupnya selamanya.

A Single Shard, dari segi cerita terbilang sangat sederhana memang. Namun yang menjadikan buku ini istimewa buat saya adalah beberapa hal ini:

  1. Meski ditulis oleh seorang keturunan Korea yang lahir dan tinggal di Amerika sepanjang hidupnya, buku ini tidak kehilangan sentuhan suasana Koreanya. Korea di abad ke-12 ini cukup berhasil dihidupkan oleh penulis lewat tokoh-tokohnya, sehingga tak sekadar menjadi tempelan.
  2. Melalui buku ini saya mengenal satu lagi kekayaan Korea, lewat salah satu aset budaya mereka, yaitu keramik seladon, serta tentang pembuatannya di masa itu secara umum.
  3. Saya jadi bisa sedikit banyak memahami keindahan/keistimewaan dari benda-benda yang selama ini menurut saya apaan sih seninya yaitu dalam rupa guci/vas/kerajinan keramik lainnya.
  4. Buku ini sebenarnya adalah fiksi sejarah, namun disampaikan dengan baik sekali untuk pembaca anak-anak dan remaja tanpa membosankan pembaca dewasa juga tentunya.

Inspirasi dari buku ini adalah karya seladon bernama Thousand Cranes Vase ini, salah satu kekayaan nasional Korea Selatan yang hingga kini disimpan di Gansong Art Museum. Porselen Goryeo ini diperkirakan dibuat pada abad ke-13 tidak diketahui nama pembuatnya(perhatikan detail motifnya dan warnanya! Indah banget padahal ini dibuat dalam segala keterbatasan abad 13 lho!)

11143ef5d3c139339da1c88962b87d6e_thousand-cranes-vase

Thousand cranes vase (sumber foto: http://en.wikipedia.org/wiki/File:Goryeo_Celadon_.jpg)

Nah, bertambah lagi alasan saya untuk mengunjungi Korea, saya ingin melihat kekayaan budaya Korea di museum-museumnya dan istananya! :D

Ps. Buat yang sudah baca buku ini dan ingin tahu fakta atau fiksi tentang buku ini, Linda Sue Park sudah menjabarkannya di websitenya, silahkan kunjungi link ini: http://www.lindasuepark.com/books/singleshard/single_ifyou.html

Linda Sue Park mendapatkan penghargaan Newbery Award 2002 untuk A Single Shard ini, namun sayangnya di sampul depan maupun sampul belakang edisi terbitan Atria (gambar di kanan atas) tidak ditampilkan stiker award tersebut. Ohya, sebenarnya, saya pribadi kurang suka dengan cover Atria (gambar Tree-earnya), dan lebih menyukai cover di bawah ini, meski kalau diberi cover ini kemungkinan pembaca muda Indonesia kurang tertarik ya. Tapi cover ini indah banget! Terbitin karya Linda Sue Park lainnya yang bersetting di Korea dong, Atria, buku ini bagus tapi kurang tebal. I want more! :D

d95a14b7678fa2303c6eb4bf03476dd9_9925534

Judul buku: A Single Shard
Penulis: Linda Sue Park
Penerjemah: Maria M. Lubis
Penerbit: Atria / cet. 1 : Maret 2012
Tebal: 191 hlm.
My rating: 4 of 5 stars


TAGS atria


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post